Mediasi Perbankan sebagai Media untuk Semua dan Alternatif Pemaksimalan Aplikasi Konsep 5-C

Mediasi Perbankan sebagai Media untuk Semua dan Alternatif Pemaksimalan Aplikasi Konsep 5-C

Semakin agresifnya perbankan menawarkan sejumlah produknya, seperti kartu kredit, anjungan tuanai mandiri (ATM), serta berbagai bentuk kredit dan tabungaan kepada masyarakat luas, peluang terjadinya perselisihan antara perbankan dan nasabahnya semakin terbuka luas. Persoalannya, perselisihan tadi acapkali dianggap “sebelah mata“ oleh kalangan perbankan. Apalagi masalah tadi adalah nasabah “kelas teri“. Adanya bagian pelayanan nasabah di bank lebih hanya sekedar basa-basi.
Berbagai keluhan konsumen sampai ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ataupun ke beberapa media massa melalui surat pembaca. Para nasabah umumnya mengeluhkan semakin buruknya pelayanan bank setiap harinya. Sementara di lain pihak YLKI dalam hal ini tidak mempunyai kekuatan untuk memaksa perbankan untuk menanggapai hal tersebut. Melihat hal di atas maka Bank Indonesia, membentuk Mediasi Perbankan sebagai sarana yang sederhana, murah dan cepat dalam hal penyelesaian pengaduan nasabah oleh bank belum dapat memuaskan dan menimbulkan sengketa antara nasabah dan bank, sesuai peraturan Bank Indonesia No.8/5/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.8/14/DPNP tanggal 1 Juni 2006.
Tulisan pendek ini hendak mencoba memetakan peran mediasi perbankan terhadap nasabah dan bank, serta mengkaji konsep 5-C sebagai salah satu bagian penting di dalam kinerja perbankan.

Mediasi Perbankan untuk Nasabah
Pertama coba simak apa yang dialami oleh para pegawai di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. “Para pegawai di sana diberikan kartu kredit tanpa penjelasan rinci oleh sebuah bank pemerintah. Pokoknya ini bisa belanja tanpa mengeluarkan uang. Eh… begitu akhir bulan dditagih uang iuran Rp 120.000. Pegawai ngomel, belum dipakai malah sudah dibayar. Didiamkan saja. Eh… bulan depan datang tagihan lagi ditambah bunga,“ujar Indah Suksmaningsih dari dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengutip keluhan pegawai negeri tadi. (Sumber: Kompas, 6 Agustus 2004)
Persoalan saat itu tidak ada tempat bagi nasabah bank untuk mengadukan keluhan atau keberatan mereka kecuali melalui jalur hukum. Sistem hukum konvensional jelas penuh birokrasi dan prosesnya panjang dan jelas mahal apalagi setelah melibatkan pengacara dengan tarif tinggi.
Keberadaan lembaga mediasi perbankan merupakan sebuah bentuk perlindungan terhadap konsumen. Ini merupakan salah satu langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia yang tertuang dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API), keberadaan lembaga tersebut sebetulnya merupakan suatu terobosan seperti di negara lain yakni ingin memberdayakan konsumen, yakni nasabah perbankan.
Adapun penyelesaian pengaduan masalah melaui mediasi perbankan sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 8/5/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Mediasi Perbankan sebagai berikut:
Prosedur Pengajuan Penyelesaian Sengketa
1. Pengajuan harus dilakukan secara tertulis dalam format khusus dan memenuhi kelengkapan dokumen yang diperlukan.
2. Pengajuan mediasi perbankan yang disertai dengan dokumen pendukung dikirimkan kepada Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia, Menara Radius Prawiro Lt. 19, Jalan M.H Thamrin No. 2 Jakarta 10110 atau pihak lain yang ditunjuk sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.
Persyaratan Pengajuan Penyelesain Sengketa
1. Pengajuan penyelesaian sengketa kepada pelaksana fungsi mediasi perbankan hanya dapat dilakukan oleh nasabah atau perwakilan nasabah.
2. Masalah pernah diajukan upaya penyelesaiannya oleh nasabah kepada bank.
3. Sengketa yang dapat diajukan penyelesainnya kepada pelaksana fungsi mediasi perbankan adalah sengketa keperdataan yang timbul dari transaksi keuangan.
4. nasabah tidak dapat mengajukan tuntutan finansial yang diakibatkan oleh kerugian immateril.
5. Sengketa yag sedang diajukan tidak sedang dalam proses aatau belum pernas diputus oleh lembaga arbitrasi atau peradilan, atau belum terdapat kesepakatan yang difasilitasi oleh lembaga mediasi lainnya.
6. Sengketa yang diajukan belum pernah diproses dalam mediasi perbankan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia.
7. Proses mediasi akan dilaksanakan setelah nasabah atau perwakilannya dan bank menandatangani perjanjian mediasi.
8. Nilai finansial penyelesaian mediasi perbankan maksimum sebesar Rp 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah).
9. Pelaksanaan proses mediasi sampai dengan ditandatanganinya Akta kesepakatan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak nasabah atau perwkilan nasabah dan bank menandatangani perjanjian mediasi.
10. Syarat dan ketentuan lainnya tunduk kepada Peraturan Bank Indonesia yang berlaku tentang Mediasi Perbankan dan/atau Ketentuan Lembaga Mediasi Perbankan.
Batas Waktu Pengajuan Penyelesaian Sengketa
Pengajuan penyelesaian sengketa dilakukan paling lama 60 (enam puluh) hari kerja, yang dihitung sejak tanggal surat hasil penyelesaian pengaduan Nasabah dari Bank sampai tanggal diterimanya pengajuan penyelesaian sengketa oleh Lembaga Mediasi Pebankan secara langsung dari Nasabah atau tanggal stempel pos apabila disampaikan melalui pos.
Dengan hadirnya mediasi perbankan, bukan berarti ingin melindungi nasabah atau bank dari tuntutan hukum tapi lebih memperjelas mekanisme komplain. Jadi, kalau kelak ada nasabah yang mengomplain jasa perbankan, Bank Indonesia akan mengatur mekanismenya. Sehingga, di kemudian hari, kalau mekanismenya jelas, hasilnya pun akan jelas.
Intinya, dengan hadirnya mediasi perbankan tersebut, nasabah akan memperoleh hak-haknya, serta penyelesaian masalah atau komplain kurang kepuasan terhadap pelayanan bank jauh lebih sederhana, murah dan cepat.

Bank Ikut Diuntungkan Mediasi Perbankan
Mengutip pernyataan Bapak Muliaman D. Hadad dalam BEI NEWS Edisi 23 tahun V, November-Desember 2004 yang menyatakan bahwa komplain atau perselisihan antara bank dengan nasabah bisa saja terjadi karena itu merupakan konsekuensi dari bisnis pelayanan. Untuk menanganinya, perlu dibentuk sebuah lembaga mediasi perbankan. Keberdaan lembaga ini menguntungkan bank dan nasabah.
Dari pernyataan di atas sangat jelas bahwa mediasi perbankan jangan dilihat akan lebih berpihak kepada nasabah. Namun, perlu dipahami kalau terdapat komplain dari nasabah sebenarnya hal itu bukan semata-mata kepentingan nasabah. Tapi, penyelesainnya komplain sebenarnya juga untuk kepentingan bank. Karena palin tidak, dalam mekanisme komplain ini, lebih banyak kepentingan untuk bank.
Salah satu contoh, jika keluhan atau komplain para nasabah dilayangkan melalui media massa, akan sangat mempengaruhi reputasi bank yang bersangkutan. Ini jelas menimbulkan dampak merugikan yang sangat besar seperti nasabah yang beralih ke bank lain. Tapi dengan adanya lembaga perbankan ini justru lebih menghemat biaya dan tetap menjaga reputasi bank.
Selanjutnya, adanya komplain dapat menjadi informasi berharga bagi manajemen bank mengetahui bahwa ternyata komplaian pada banyak terjadi pada bidang tertentu, misalnya dapat segera diperbaiki. Terkait dengan loyalitas nasabah, dengan adanya komplain nasabah akan menjadi warning bagi bank. Artinya manajemen bank yang bersangkutan menjadi tahu, aspek mana saja yang banyak dikeluhkan oleh nasabah. Dengan demikian, aspek tersebut dapat langsung diperbaiki sisi lemahnya.
Jadi, kehadiran lembaga ini justru bahaya yang bakal mengancam perbankan juga bisa dihindari. Karena adanya praktik di luar standar kini lebih terbuka untuk dikontrol. Intinya jangan dilihat lembaga ini hanya untuk konsumen semata. Karena banyak juga manfaatnya bagi bank. Walaupun namanya perlindungan pada nasabah, tapi sebetulnya banyak manfaatnya bagi kedua pihak.

Apa itu konsep 5-C?
Bank sebagai salah satu lembaga yang menawarkan berbagai bentuk kredit kepada masyarakat luas, dimana peluang perselisihan antara perbankan dan nasabah semakin luas. Namun, ada satu poin penting yang perlu diingat tidak selamanya perselisihan antara bank dengan nasabah, utamanya dalam pemberian kredit, semuanya ditimbulkan oleh bank. Tapi, berdasarkan realitas kebanyakan juga ditimbulkan oleh nasabah.
Lalu jika hal ini terjadi, mediasi perbankan sebagai lembaga perlindungan nasabah, bagaimana menyelesaikan masalah tersebut? Apakah sama ketika permasalahan ditimbulkan oleh pihak bank? Tentu hal ini semua masih tanda tanya. Dalam hal ini sebenarnya tidak perlu terlalu di persoalkan. Intinya salah satu keuntungan yang diperoleh oleh pihak bank yakni dapat mengevaluasi kinerjanya.
Oleh karena itu, dalam menjalankan fungsinya untuk meminimalisasi perselisihan anatara nasabah dan bank utamanya dalam pemberian kredit maka sangat penting bagi bank melewati pos 5-C. Konsep 5-C (capacity, character, capital, collateral, dan condition) merupakan singkatan dari analisis kredit yang mana bertujuan untuk menentukan kesanggupan dan kesungguhan seorang peminjam untuk membayar kembali pinjaman sesuai denan persyaratan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman.
Kemampuan (capacity) untuk meminjam. Dalam konsep ini bank tidak hanya tertarik atas kemampuan peminjam untuk membayar kembali tetapi juga berkepentingan dengan kapasitas legalnya untuk melakukan pinjaman.
Selanjutnya konsep karakter (charater), dalam kaitannya dengan transaksi kredit berarti tidak hanya kesediaan untuk melunasi kredit tetapi juga memiliki yang kuat untuk menepati kewajiban sesuai dengan persyaratan perjanjian.
Konsep ketiga adalah kemampuan untuk menciptakan pendapatan (capital). Jika pinjaman akan dibayar dengan penghasilan maka penting untuk menilai kemampuan peminjam untuk menghasilkan penghasilan yang cukup untuk melunasi pinjaman.
Konsep jaminan (collateral), dalam hal ini pihak bank perlu menilai pemilikan aset dan jaminan dalam kredit. Selanjutnya konsep yang terakhir kondisi (condition) perekonomian. Dalam hal ini, kondisi perekonomian mempengaruhi kemampuan peminjam untuk membayar kembali kewajiban keuangan tapi berada di luar kekuasaan peminjam dan pemberi pinjaman.
Setiap permohonan kredit adalah unik. Salah satu faktor kredit mungkin paling penting dalam situasi sedangkan faktor yang lain dalam situasi lainnya. Dalam seluruh analisis kredit, karakter muncul sebagai faktor yang paling penting. Dari uraian di atas akan sangat bermanfaat bagi bank apabila diaplikasikan secara maksimal, selain memperlancar arus kredit, juga menciptakan suasana harmonis antara bank dengan nasabah karena perselisihan dapat diantisipasi sedini mungkin.

Nasabah, Bank dan Mediasi Perbankan Dalam Satu Bingkai
Hal yang pasti dengan adanya mediasi perbankan keluhan nasabah dapat ditampung dan dicarikan solusi terbaik dengan cara lebih sederhana, mudah, murah dan tentunya berdampak pula pada reputasi bank.
Mediasi perbankan merupakan bagian dari enam pilar Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang hendak ditegakkan di negara ini. Pilar-pilar itu adalah struktur perbankan yang sehat, sistem regulasi yang efektif, sistem supervisi independen yang efektif, industri perbankan yang kuat, infrastruktur yang memadai dan perlindungan nasabah yang kuat. Oleh karena itu, dengan adanya lembaga ini, perlakuan yang sama dapat diberikan. Selain itu, lebih memberikan pelajaran kepada pegawai bank agar bekerja secara profesional, lebih memerhatikan pelayanan. Hal ini tentunya memperkuat daya saing bank di tengah banyaknya bank yang memberi pelayanan dan produk dengan berbagai keunggulan. Sesuatu yang patut dipahami mediasi perbankan bukan menggantikan sistem pengadilan yang ada, tetapi mencoba mencari jalan keluar yang menguntungkan semua pihak daripada ke sistem pengadilan konvensional yang butuh waktu dan dana yang tidak sedikit.
Jadi, dari keseluruhan uraian kita dapat menarik kesimpulan bahwa walaupun mediasi perbankan mengatasnamakan perlindungan nasabah, tapi dalam pelaksanaan fungsinya, melindungi dan menguntungkan keduanya, nasabah dan bank. Serta dengan memaksimalkan aplikasi analisis kredit dengan konsep 6-C selain akan memperlancar arus kredit, juga menciptakan suasana harmonis antara bank dengan nasabah karena perselisihan dapat diantisipasi sedini mungkin.
Harapan terbesar dari penulis, semoga apa yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia dengan membentuk Mediasi Perbankan dapat diimplementasikan secara maksimal, sehingga berjalan sesuai dengan tujuan, yang mana tidak menutup kemungkinan di masa mendatang menjabat dwifungsi yakni sebagai media perlindungan nasabah dan bank. Peran dan dukungan penuh dari nasabah dan bank serta seluruh masyarakat tentunya sangat diharapkan pula untuk mengembangkan dan memaksimalkan kinerja mediasi perbankan.

Daftar Pustaka

BEI NEWS Edisi 23 Tahun V, November-Desember 2004
Kompas, Jumat, 06 Agustus 2004.
Kompas, Rabu, 21 November 2007
W.Reed, Edward dan Edward K.Gill, 1995, Bank Umum, Bumi Aksara, Jakarta.
http://www.google.com

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama Lengkap : Hendriyadi
2. Jenis Kelamin : Laki-Laki
3. Tempat/Tgl Lahir: Salemba, 12 April 1989
4. Alamat Lengkap : Jalan Cempaka Putih Timur IX No. 7
Jakarta Pusat 10510
5. Telepon/HP : (021) 4202621/085255904934
6. E-mail : hendri_thechaim@yahoo.co.id
7. Status Pendidikan : Semester 1, Jurusan Akuntansi,
Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti
8. Riwayat Pendidikan:
a. SD : SD 13 Salemba, Sulawesi Selatan (2001)
b. SLTP : SMPN 3 Bulukumba, Sulawesi Selatan (2004)
c. SLTA : SMAN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan (2007)
9. Hobi : Membaca, Menulis, Olahraga
10. Bahasa Asing yang dikuasai : Bahasa Inggris (Aktif)
11. Prestasi yang pernah dicapai:
a. Juara I Kelompok IPSK, Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional V Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mojokerto 2006;
b. Juara I Robot Camp, Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional V Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mojokerto 2006;
c. Finalis Lomba Debat Bahasa Inggris Tk. Prop. Sulawesi Selatan, Makassar 2006;
d. Finalis Olimpiade Kimia Tk. Prop. Sulawesi Selatan, Makassar 2006;
e. Finalis Lomba Siswa Teladan Tk. Prop. Sulawesi Selatan, Makassar 2006;
f. Juara I Olimpiade Kimia Tk. Kab. Bulukumba, Bulukumba 2006;
g. Juara I Siswa Teladan Tk. Kab. Bulukumba, Bulukumba 2006;
h. The Best Speaker Lomba Debat Bahasa Inggris Tk. Kabupaten Bulukumba, Bulukumba 2006.
Lampiran Identitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: